Senin, 13 Januari 2020

BEA CUKAI SETAHUN KEMARIN

Mentari tahun 2019 telah terbenam, diikuti bermacam torehan yang telah diukir. Meski demikian, perjalanan menuju cita-cita besar masih terus diperjuangkan. Perjalanan menuju Indonesia maju bukan hanya tentang usaha individu atau pencapaian generasi tertentu. Tapi perlu upaya bersama dari berbagai elemen bangsa, melalui beragam andil dan peran, serta perlu proses berkesinambungan melalui estafet mimpi lintas generasi.

Kontribusi Penerimaan Negara

Mahfum diketahui bahwa pembangunan membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan kinerja penerimaan negara yang luar biasa untuk memenuhinya. Anggaran infrastruktur APBN tahun 2019 seperti pembangunan 139 ribu puskesmas, 84 ribu kilometer jalan, hingga 416 ribu sekolah, kurang lebih setara dengan capaian penerimaan bea cukai yang mencapai sekitar 29 persen dari penerimaan perpajakan.

Bea cukai dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, secara berturut-turut berhasil melebihi target capaian penerimaan yang ditetapkan. Melanjutkan kinerja positif 2 tahun sebelumnya, target penerimaan tahun 2019 yang sebesar Rp208,82 triliun, berhasil dilalui dengan raihan penerimaan sebesar 102,2 persen atau Rp4,55 triliun di atas target.

Pelayanan dan Fasilitasi Perdagangan

Pesatnya perdagangan global memunculkan banyak tantangan. Menjalani fungsi sebagai fasilitator perdagangan, bea cukai pun menghadirkan peranannya. Menghadapi tuntutan era industri 4.0, bea cukai senantiasa antisipatif dengan memanfaatkan teknologi terkini berupa inovasi Ceisa 4.0.

Sistem prosedur yang efektif dan efisien menjadi perhatian khusus, seiring komitmen terhadap kelancaran arus barang dan dokumen serta kemudahan berbisnis di Indonesia. Tidak ketinggalan dalam sistem logistik Indonesia, bea cukai juga terus berbenah. Hal itu dibuktikan dengan rata-rata waktu penyelesaian proses kepabeanan, yang semula 0,58 hari di tahun 2018 menjadi 0,33 hari di tahun 2019.

Bea cukai pun ambil bagian dalam melaksanakan salah satu nawa cita Presiden, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Implementasinya adalah dengan menghadirkan Pusat Logistik Berikat (PLB) Bahan Pokok di perbatasan.

Fasilitasi kepada Industri Dalam Negeri

Di bidang industri, bea cukai bergerak untuk berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Fasilitas Kawasan Berikat (KB) Mandiri, merupakan salah satu fasilitas yang dapat menarik investasi dan menstimulus peningkatan produktifitas KB dengan proses pelayanan rutin secara mandiri oleh pelaku usaha.

Joint Proses Bisnis juga terus dikembangkan bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk lebih mempermudah KB menjalankan usahanya. Sinergi tersebut mulai dari proses perizinan, operasional pemasukan dan pengeluaran barang, asistensi, monitoring dan evaluasi, serta proses audit di KB.

Dalam upaya meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM), bea cukai telah memberikan fasilitas pabean kepada IKM yang berbahan baku lokal. Diikuti dengan penyederhanaan perizinan dan pengembangan aplikasi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) melalui terobosan e-KITE.

Fasilitasi terhadap industri juga diberikan melalui peningkatan layanan impor barang untuk kegiatan usaha hulu migas. Bea cukai bersama SKK Migas dan Ditjen Migas telah mengintegrasikan sistem pelayanan fiskal melalui single submission system Lembaga National Single Window (LNSW).

Pengawasan Efektif

Melaksanakan fungsi pengawasan yang efektif, bea cukai konsisten memberikan program yang inovatif terhadap berbagai pelanggaran kepabeanan dan cukai. Implementasinya adalah dengan kegiatan pertukaran data dan informasi, antara lain pembentukan Pusat Komando Pengendalian Patroli Laut (Puskodal), Special Enforcement Team, Customs Narcotic Team (CNT), Operasi Patroli Laut Terpadu, dan Joint Investigasi bersama DJP.

Berbagai kegiatan dan program inovatif di atas, menghasilkan kinerja pengawasan yang menunjukkan peningkatan positif yaitu dari 18.204 penindakan di tahun 2018 menjadi 19.692 di tahun 2019. Perlindungan terhadap masyarakat dari bahaya narkoba juga kinerjanya positif. Terlihat dari keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan narkoba sebanyak 463 kasus atau meningkat dari tahun sebelumnya yang 430 kasus.

Upaya menekan peredaran rokok illegal menjadi 3 persen pada tahun 2020, dilakukan bea cukai dengan melakukan operasi gempur. Operasi tersebut berhasil mengamankan 55,8 juta batang rokok illegal dalam 2.106 kasus.

Program Penertiban Impor, Cukai, Ekspor Berisiko Tinggi (PICE-BT) terus digalakkan. Semangat yang tinggi, komitmen yang tak ternodai, dan hasrat mengabdi terus dipupuk dan ditanamkan dalam tiap-tiap diri insan bea cukai dalam menjawab setiap tantangan.

Setiap insan bea cukai, kini mempunyai pedoman atau sikap dasar yaitu Korsa-Loyal-Inisiatif-Korektif-Jujur. Karena bea cukai dalam membangun generasi emas adalah dengan memperkuat pondasi dasarnya. Program pembinaan mental nasional, menjadi sarana menciptakan sumber daya manusia bea cukai yang berintegritas dan profesional.

Sinergi Menjadi Kunci

Bea cukai turut serta dalam dalam menunjukkan peran bangsa di tengah percaturan dunia. Sinergi melalui kerjasama internasional terus aktif dilakukan bea cukai dalam rangka menjalin dan menjaga relasi dengan dunia. Hal itu merupakan bentuk langkah pasti bea cukai dalam menjadikannya sebagai institusi terkemuka di dunia.

Sinergi dilakukan karena bea cukai sadar bahwa perjuangan tak bisa dilakukan sendiri. Bea cukai terus menguatkan sinergi dengan Instansi, Lembaga, Asosiasi, dan Pihak ketiga lainnya (ILAP), serta Aparat Penegak Hukum (APH).

Sinergi juga dilakukan di lingkungan Kementerian Keuangan, melalui Joint Program bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan telah dikembangkan dengan mengikutsertakan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Joint Program, diharapkan dapat mengharmonisasi informasi atau data yang terdapat pada masing-masing unit sehingga pemantauan dan pengamanan penerimaan menjadi lebih efektif.

Bea cukai senantiasa mengedepankan sinergi, bersatu padu di bawah naungan NKRI, sebagaimana pesan Presiden bahwa, “Ini bukanlah tentang aku atau kamu. Juga bukan kami atau mereka. Bukan soal barat atau timur, selatan atau utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semuanya. Tapi ini saatnya memikirkan tentang Bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju, karena kita mampu jika kita Bersatu”
Bea Cukai Makin Baik...Kementerian Keuangan Tepercaya...Indonesia Maju   

Sumber: kaleidoskop bea cukai 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Stop Import, The Dream That (never) Comes True

President Joko Widodo ordered to echo hatred for foreign products when he opened the 2021 Ministry of Trade meeting. Mr. President also want...